Halo, selamat datang di website kami, Power Hearing Audiology Centre. Saat ini Anda berada di halaman website kami yang mengulas tentang Pemeriksaan Dewasa. Kami menampilkan informasi tentang Pemeriksaan Dewasa di halaman ini. Jika saat ini Anda sedang mencari Pemeriksaan Dewasa, maka Anda telah berada di tempat yang sangat tepat, karena kami menyediakan jasa yang sedang Anda cari.

1.      Audiometri nada murni

Pemeriksaan ini dilakukan untuk menentukan sensitivitas pendengaran dalam intensitas dan frekuensi tertentu yang digunakan untuk mengukur tingkat ambang pendengaran seseorang. Hasil pemeriksaan audiometri berbentuk grafik, yang disebut dengan audiogram. Dari audiogram dapat dilihat jenis gangguan pendengaran dan derajat gangguan pendengaran.

2.      Audiometri tutur

Digunakan untuk menilai kemampuan pasien dalam pembicaraan sehari-hari dan menilai untuk pemberian alat bantu dengar (hearing aid).  Penilaian dapat dilihat dari SRT (Speech Reception Test) dan SDS (Speech Discrimination Score).

3.      Audiometri Impedans:

a.       Timpanometri

Timpanometri dilakukan untuk mengukur kondisi telinga tengah. Hasil pemeriksaannya disebut dengan timpanogram. Dari timpanogram dapat dilihat apakah telinga tengah dalam kondisi normal atau abnormal.

b.      Refleks Akustik

Refleks ini untuk menilai respons dari otot stapedius pada telinga tengah. Pada orang normal, otot stapedius akan berkontraksi jika diberi rangsangan suara keras (70-80 dB) di atas ambang dengar.

c.       Eustachian Tube Function (ETF)

Pemeriksaan ini untuk mengetahui fungsi tuba eustachius saat terbuka dan tertutup.

4.      OtoAcoustic Emission (OAE)

OAE dilakukan untuk menilai kondisi sel-sel rambut luar pada koklea di telinga dalam. Hasil pemeriksaan berupa PASS (lulus) dan REFER (tidak lulus). Pemeriksaan OAE dapat digunakan untuk skrining, monitoring, dan diagnostik.

5.      Auditory Brainstem Response (ABR)

Menilai fungsi pendengaran secara objektif, tidak invasif, informasi lengkap. Pemeriksaan ini untuk melihat respons elektrofisiologis saraf pendengaran sampai batang otak dengan memberikan rangsang bunyi (berupa click/tone burst), respons saraf terhadap rangsangan dinilai melalui elektroda.

6.      Auditory Steady State Response (ASSR)

Tes elektrofisiologis yang mengukur ambang pendengaran, seperti audiometri nada murni. Cara pemeriksaan ASSR mirip dengan ABR, secara objektif. Namun, stimulusnya menggunakan frequency modulated, sehingga mempersingkat durasi pemeriksaan. Pemeriksaan ini dilakukan jika pasien mengalami gangguan pendengaran > 70 dB, kurang dari itu pemeriksaan menjadi kurang akurat.

Demikian informasi tentang Pemeriksaan Dewasa yang bisa kami berikan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami melalui Whatsapp.

Selain menyediakan layanan untuk Pemeriksaan Dewasa, kami juga memberikan berbagai layanan lain untuk Anda. Untuk detail layanan kami, silakan kunjungi tautan berikut.

Need a Speciallist?

Get Better Now! Just Make An Appointment

make an appointment
Chat on WhatsApp